About

SEJARAH APJIKI

Terbentukmya Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia atau yang disingkat APJIKI berawal dari inisiasi dari Ibu Dr. Lestari Nurhajati, M.Si. (akrab dipanggil mba Tari), kemudian digagas bersama Bapak Dr. Rustono Farady Marta, M.Med.Kom. (kerap disapa mas Frad) bahwa terdapat suatu kesepahaman pikir pada upaya memecahkan masalah publikasi ilmiah di Tanah Air. Terdapat kebutuhan dari setiap institusi pendidikan tinggi khususnya di bidang ilmu komunikasi untuk menyediakan wadah diseminasi ilmiah, dalam wujud jurnal ilmiah yang pengelolaan ditangani oleh suatu dewan redaksi.

Pemerintah juga menuntut adanya publikasi karya ilmiah bagi para akademisi diharapkan tertuju pada jurnal ilmiah yang berkualitas, bagi jenjang jabatan akademik lektor kepala hingga guru besar diwajibkan hasil karya ilmiahnya terpublikasi pada jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan taraf internasional bereputasi. Persyaratan ini juga mutlak dipenuhi oleh para karyasiswa di jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) untuk menuntaskan studinya. Di sisi lain, masih terbatasnya jumlah jurnal ilmiah bidang ilmu komunikasi yang terakreditasi sehingga sulit mengakomodir kebutuhan tersebut.  Oleh karena itu, Mba Tari bertindak selaku Editor in Chief Jurnal Communicare  – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi The London School of Public Relations (STIKOM LSPR) bersama Mas Frad sebagai Editor in Chief Semiotika: Jurnal Komunikasi – Universitas Bunda Mulia (S:JK-UBM) mengajak kawan-kawan seperjuangan dengan bermodalkan jejaring relasi akademisi yang telah terjalin untuk saling berhimpun.

Suatu komunitas virtual terwujud melalui media WhatsApp Group sejak tanggal 31 Januari 2017 dengan nama awal “Asosiasi Redaksi Komunikasi”. Sembari proses menggalang anggota dari seluruh pelosok Nusantara berlangsung, berbagai upaya mempersiapkan kelengkapan organisasi mulai dibicarakan. Dibentuklah tiga (3) tim khusus yang disebut Tim Ad-Hoc Komisi A dipimpin oleh Mas Frad, Tim Ad-Hoc Komisi B dikoordinir oleh Mba Tari, dan Tim Ad-Hoc Komisi C dikelola oleh Cendera Rizky Anugrah Bangun, M.Si. (Mba Kiky) dengan tugas serta hasil luarannya masing-masing. Adapun Tim Ad-Hoc Komisi A bertugas membentuk Arah Dasar (Aras), Visi dan Misi, serta deskripsi bidang kerja, sehingga menjadi landasan bagi Tim Ad-Hoc Komisi C membentuk Susunan Pengurus. Sejalan dengan itu, Tim Ad-Hoc Komisi B berperan menyusun Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Hanya dalam kurun waktu satu (1) minggu melalui kesepakatan bersama oleh sekitar 30 penerbit jurnal ilmiah bidang ilmu komunikasi, diputuskan bersama pada Hari Selasa, 07 Februari 2017 bahwa Asosiasi Redaksi Komunikasi yang dibentuk menemukan “wajah baru” dengan nama Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia atau yang disingkat APJIKI. Seraya pemilihan nama tersebut, Bapak Sigit Pamungkas, ST., MT. (Editor in Chief Jurnal Communique Universitas Pelita Harapan Tangerang) berinisiatif mendesain logo beserta seluruh emblem kelengkapan dasar organisasi. Di tangan kreator grafis handal ini, logo APJIKI disepakati bersama pada tanggal 12 Februari 2017 dan berbagai aplikasinya diluncurkan pada dua (2) hari berikutnya.

Bertepatan sebagai penanda minggu kedua  sejak komunitas virtual APJIKI dibentuk, seluruh tim Ad-Hoc melaporkan hasil kerjanya hingga didaulat pula Ibu Dr. Puji Lestari, M.Si. sebagai Editor in Chief Jurnal Komunikasi ASPIKOM (JKA-Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum APJIKI  Periode 2017-2019 melalui mekanisme voting. Disusul Mas Frad didapuk sebagai Ketua I, kemudian Ibu Dr. Hanny Hafiar, M.Si. selaku Editor in Chief Jurnal Kajian Komunikasi Universitas Padjajaran (JKK-UNPAD), lalu sekretariat APJIKI dikepalai oleh Mba Tari selaku Sekretaris Jendral.  Selain pembentukan susunan pengurus oleh Tim Ad-Hoc Komisi C, selanjutnya Tim Ad-Hoc Komisi A juga telah menetapkan arah dasar APJIKI,  Visi beserta empat (4) Misi APJIKI. Hal ini diupayakan guna melengkapi arah dasar yang telah disepakati bersama. Selanjutnya misi APJIKI akan memandu para pengurus APJIKI, sehingga memberi tuntunan dalam mewujudkan visi APJIKI bersama. Berdasarkan misi APJIKI dan kebutuhan para pengurus APJIKI, maka terbentuklah empat (4) bidang kerja APJIKI antara lain: Bidang Kualitas dan Akreditasi, Bidang Kerjasama Penerbitan, Bidang Diseminasi Keilmuan, serta Bidang Media dan Publikasi.

Puncaknya, seluruh hasil persiapan Tim Ad-Hoc Komisi A, B, dan C dibacakan pada Deklarasi APJIKI pada Hari Jumat, 17 Februari 2017 di Ruang Rafael Jolongbayan Kampus B STIKOM LSPR. Kegiatan dibuka oleh Ibu Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, MPR, APR selaku Nyonya Rumah sekaligus Founder Indonesia Association of Public Relations (IAPR) dan dipandu oleh Mba Kiky. Pada kegiatan ini pula, perwakilan dari 57 redaksi jurnal ilmiah bidang ilmu komunikasi yang hadir menyaksikan pelantikan pengurus APJIKI yang diumumkan oleh Mas Frad, kemudian Mba Tari memimpin pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) antara masing-masing jurnal dari institusi asal dengan APJIKI. Antusias anggota APJIKI tidak terbatas pada ruang virtual, terbukti perwakilan yang hadir berasal dari Provinsi Jawa Timur (Surabaya, Malang, dan Madura), Provinsi Jawa Tengah (Solo), Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Provinsi Kalimantan Selatan (Banjarmasin). Banyak di antaranya yang belum memperoleh penghargaan setara dengan pengorbanannya, sehingga tidak mengherankan bila anggota APJIKI kerap menyebut dirinya sebagai “pejuang”.

Pada momen ini pula didengungkan slogan APJIKI yang diciptakan oleh Harry Febrian, S.I.Kom, MA. yang (Editor in Chief Jurnal UltimaComm Universitas Multimedia Nusantara), yaitu: “Bersama APJIKI Terbitkan Semangat Komunikasi Indonesia”.